Ada istilah di gontor “Ke Gontor Apa Yang Kau Cari?” tetapi yang lebih penting lagi sebenarnya adalah “Bagaimana Engkau Mencari?”. Di sini kehidupan itu diatur oleh jiwa yang 5, Keikhlasan (guru-gurunya ikhlas, maka muridnya pun ikhlas), tidak ada yang dibayar, dan dengan keikhlasan itu barokahnya pasti besar, Sederhana, hidup kita seperti ini sederhana, jangan bermewah-mewah, orang yang bermewah-mewah itu tidak akan jadi/berhasil, Berdikari/Kemandirian, artinya kita tidak perlu bantuan orang lain, tidak perlu dukungan orang lain, bahkan kalian sendiri hidup di dalam asrama itu mandiri, Ukhuwah Islamiyah, di sini berkelahi itu dosa besar, karena tidak menghargai persaudaraan atau ukhuwah islamiyah, Kebebasan, bebas di sini artinya bebas tidak dibawah ormas apapun, tidak dibawah partai apapun, kebebasan bukan berarti anda bebas melakukan apa saja, harus bisa memahami arti berpikiran bebas dengan kebebasan. Itulah jiwa yang menghidupi pondok ini.
Ada yang berkata “masa kita hidup di pondok modern, tetapi tidurnya di bawah, kegiatannya bikin capek dan gak ada waktu istirahat.” Sekarang bandingkan, kalau anda sekolah di luar (SMP,SMA), anda itu punya banyak waktu kosong, berangkat sekolah jam 5 pagi dan sampai sekolah jam 7, nanti selesai jam 2/3, kemudian pulang ke rumah sampe jam 5/6, waktu anda habis, belum nanti waktu digunakan untuk main-main dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat dll, isinya itu tidak ada, oleh karena itu suasana yang seperti ini (di gontor) seharusnya itu menjadikan mental anda kuat, artinya anda tahan cobaan, tahan godaan, tahan kelelahan. Kalau anda bisa bertahan atas segala kesulitan ini maka anda akan sukses. Insya Allah. Maka dari itu semuanya yang terpenting adalah mental anda dan kesungguhan anda dalam belajar.
Untuk mahasiswa UNIDA (guru-guru), tempat anda memang di kampus magelang, akan tetapi universitas anda adalah universitas yang berkualitas Internasional. UNIDA ini sudah memiliki MOU (Memorandum Of Understanding) di 40 universitas ternama di dalam dan di luar negeri. Kalau anda berprestasi, perlu anda ketahui, sekarang ini yang namanya beasiswa itu mencari orang pintar, siapa saja yang memiliki nilai yang bagus, maka anda akan DICARI, maka dari itu di sini anda belajar bersungguh-sungguh selain anda menjadi guru, tidak ada orang yang bisa memaksa kalian kecuali diri anda sendiri, tidak ada disiplin anda harus belajar jam sekian sampai jam sekian kecuali anda sendiri, tidak ada yang memaksa anda kuliah, silahkan anda tinggalkan kuliah, gak kuliah sama sekali, akibatnya nanti akan anda rasakan sendiri.
Bagi mahasiswa yang tidak mau kuliah dan malas kuliah, BERHENTI KULIAH, malas jadi guru, BERHENTI JADI GURU, sekarang pertanyaannya kalau anda tidak doyan ilmu, tidak doyan belajar, maka alternative yang bisa anda lakukan adalah mencari harta, kalau tidak cari ilmu, maka cari duit, surganya orang yang alim dengan surganya orang yang kaya itu SAMA,التاجر الصدوق في الجنة مع الشهداء والتابعين (pengusaha yang jujur itu tempatnya di surga bersama para syuhada dan tabi’in), kalau anda tidak bisa menjadi seorang yang alim, jadilah orang yang Tajir, kalau anda tidak bisa dua-duanya, maka anda bukan orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Seriuslah dan sungguh-sungguhlah ketika di S1, kalau anda di S1 betul-betul berprestasi, maka ketika S2 ringan, bisa kemana saja, semakin tinggi tingkat pendidikan itu sebenarnya semakin ringan, kalau semakin rendah, maka semakin berat dan dibutuhkan kesungguhan, di KMI perlu kesungguhan, mental dididik, kerja keras dididik, hafalan dididik. Di perguruan tinggi itu dibutuhkan ketekunan, tekun belajar, S2 dan S3 tidak membutuhkan orang-orang yang brilian, yang diperlukan hanya orang-orang yang tekun, belajarlah “berdarah-darah” betul-betul anda sekarang ini tidak ada waktu untuk rileks, ada cerita yang namanya Ulat itu sebelum jadi Kupu-kupu, dia diproses dulu jadi Kepompong, kepompong itu adalah sebuah bulatan, ternyata ketika berproses menjadi kupu-kupu itu, ulat yang di dalam kepompong itu berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong, begitu dia bisa keluar, dia akan menjadi kupu-kupu yang sehat, dan bertahan hidup lama. Suatu ketika ada orang yang ingin membantu membukakan kepompong itu, disobek dan keluarlah kupu-kupu, ternyata setelah diamati, kupu-kupu yang dibantu tersebut umurnya tidak panjang. Berarti orang yang bisa “survive” hidup itu apabila ketika masa mudanya dia bekerja keras, kerja sekeras-kerasnya, nanti pada waktu tua, dia akan menikmati kerja keras yang dia kerjakan di waktu muda tersebut. Maka siapkah anda bekerja keras? Siapkah anda bekerja keras? Semoga 10-20-30 tahun lagi anda akan siap berjuang menjadi tokoh-tokoh masyarakat. Aaaminnnn…..
Dikutip dari ceramah Kuliah Umum Babak I dalam acara Pekan Perkenalan Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Gontor Darul Qiyam Kampus 6 Magelang, Bulan September 2015.
