Genggam Erat

Sahabat yang jujur itu ibarat pohon. Bila kita duduk berteduh dibawahnya, ia akan meneduhi kita. Bila kita mengambil buahnya, ia akan mengenyangkan kita. Dan, bila ia tidak memberi kita manfaat, ia tidak merugikan kita.

Walau terkadang ada sahabat yang berkhianat, itu masih lebih baik dibandingkan kita tak punya sahabat. Karena itu adalah salah satu cara melatih kita menjadi lebih bijak.

Secara fitrah, manusia akan berkumpul dengan yang frekuensinya sama.

Jika kita ingin memperoleh sahabat yang tulus, maka kita perlu berlatih tulus. Bila kita ingin punya sahabat hebat, maka kita juga harus berusaha menjadi hebat.

Sahabat itu pengingat. Sahabat itu penyelamat. Sahabat itu penolong. Sahabat itu penasehat. Sahabat itu mentor. Sahabat itu coach. Sahabat itu supporter. Sahabat itu inspirator. Sahabat itu motivator. Sudahkah kita menjadi seperti itu?

Ringkasan dari: Genggam Erat Sahabatmu. Yatim Mandiri Edisi Oktober 2015.

Proses Bermasyarakat

Agar lebih siap untuk hidup bermasyarakat, ada proses yang harus diperhatikan oleh seseorang, di antaranya adalah:

  1. Saling Mengenal.

Adanya interaksi dapat lebih mengenal karakter individu. Perkenalan pertama tentunya kepada penampilan fisik, seperti tubuh, wajah, gaya bicara, tingkah laku, pekerjaan, pendidikan, dan lainnya. Selanjutnya ke pengenalan pemikiran. Hal ini dilakukan dengan dialog dan lainnya. Dan pengenalan terakhir adalah mengenal individu yang ditekankan kepada upaya memahami kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku.

  1. Saling Memahami.

Saling memahami adalah kunci persaudaraan. Tanpanya persaudaraan tidak akan berjalan. Dengan saling memahami maka setiap individu akan mudah mengetahui kekuatan dan kelemahannya serta menerima perbedaan. Dari sini akan lahirlah saling tolong menolong dalam persaudaraan.

  1. Saling Tolong Menolong.

Bila telah saling memahami, maka timbulah saling tolong menolong. Hal ini dapat dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), pemikiran (berdiskusi dan saling menasehati), dan perbuatan (saling bantu membantu).

  1. Saling Menanggung.

Ini adalah tingkatan persaudaraan yang tertinggi. Yakni saling mengutamakan saudaranya dibandingkan dirinya sendiri.

Ringkasan dari: Tahun Baru Ukhuwah Nomor Satu. Yatim Mandiri Edisi Oktober 2015.

Tidak Harus

Untuk berkarya tidak harus kuat.
Untuk berkarya tidak harus cerdas.
Untuk berkarya tidak harus kaya.
Untuk berkarya tidak harus berpangkat.
Untuk berkarya tidak harus pagi, siang dan malam.
Untuk berkarya tidak harus sempurna.

Tetapi hal baik apa pun yang dapat kamu lakukan saat ini, itulah yang akan menghantarkanmu jadi pribadi yang terbaik.

Ringkasan dari: Yang Terbaik Untuk Dilakukan. Yatim Mandiri Edisi Oktober 2015.